Download

Warna Hitam Tak Berjenis Kelamin Laki-laki

Oleh : Nuranisa Fataruba*

Hidup dalam hegemoni kaum laki-laki sudah tentu saja menjadikan perempuan sebagai makhluk nomor kesekian untuk bependapat apalagi bertindak hingga dalam ruang terkecil bernama rapat. Bahkan dalam kegiatan-kegiatan formal yang berkomposisi panitia, perempuan selalu ditempatkan dalam bidang-bidang yang menyangkut dengan urusan dapur.

Sedang urusan berbicara di ruang publik, terlibat dalam perkawinan gagasan membentuk satu kebijakan adalah urusan laki-laki yang, menurut Dr. Mansour Fakih, dalam Analisis Gender & Transformasi Sosial (2013) adalah pembahasan tentang gender dan subordinasi. Dan sampai hari ini budaya itu di rawat turun temurun hingga meregenerasi.

Budaya secara etimologis menurut Rafael Raga Maran dalam Manusia dan kebudayaan dalam perspektif ilmu budaya dasar (2000) adalah ilmu yang berusaha untuk membuat manusia muda (mahasiswa, calon sarjana, calon pemimpin bangsa) menjadi orang yang berperikemanusiaan atau yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan universal.

Hal ini jelas bahwa sesuatu yang hadir hari ini adalah merupakan hasil kajian panjang sesuai kondisi dan situasi yang dialami para pelaku sejarah. Yang oleh Karl Marx dikatakan sebagai realitas sosial membentuk kesadaran sosial. Hingga hari ini adanya satu budaya yang di rawat dalam satu perkumpulan, didalamnya didominasi oleh kaum laki-laki itu sendiri. Adalah hasil perkawinan silang antara rasionalitas dan emosional hingga mengakar dan dianggap ideologi.

Hal itu, menurut Mansour Fakih sebagai pensifatan absolut yang tidak bisa dipertukarkan oleh manusia yakni pensifatan secara biologis yang menyangkut jenis kelamin dan lainnnya yang melekat pada tubuh sejak lahir yang mencirikan bahwa ia adalah laki-laki ataupun perempuan.

Sedangkan lain daripada itu adalah hasil bentukan konstruksi secara kultur maupun kontruksi secara sosial. Itu artinya bahwa tidak ada pembenaran untuk membenarkan kebenaran tentang tupoksi perempuan dan laki-laki bahkan dalam hal memilih warna, ‘Warna hitam’ misalnya.

Warna hitam merupakan salah satu warna yang kemudian di kait-kaitkan dengan laki-laki. Berangkat dari para tetuah menyampaikan petuahnya tentang arti hitam dan filosofinya yang kemudian lebih melibatkan wajah laki-laki. Sehingga terbukti bahwa dalam penjelasan warna hitam, perempuan masih saja tersubordinasi. Ini yang dimaksud Mansour Fakih tentang konstruksi secara sosial maupun kultural. Hal ini berlaku dalam satu wadah perkumpulan yang mempercayai warna hitam sebagai simbol penegasan eksistensi, sekaligus filosofi yang akan membentuk orientasi perjuangan hingga meregenerasi.

Seperti yang sudah saya jelaskan diawal, kedudukan perempuan dalam wadah ini hanyalah khiasan untuk melanggengkan praktik patriarki dan status quo, sehingga dominasi gagasan masih saja tidak mampu mempengaruhi satu keputusan meski serasionalitas mungkin.

Michael Foucault seorang aliran tokoh filsafat barat Post Struktural asal Perancis, dalam Seks dan kekuasaan: sejarah seksualitas (1976), misalnya mengatakan kekuasaan ada di mana-mana seturut konsep kekuasaan sebagai strategi canggih yang dapat ditempuh oleh setiap orang dari dalam dirinya sendiri sejak ia memiliki kehendak untuk mengetatahui.

Kekuasaan bekerja seturut kuatnya perbedaan yang ada. Dalam banyak perbedaan dapat dibangun relasi atau jaringan sehingga melalui jaringan itu kekuasaan muncul. Dan karena perbedaan itu kekuasaan bisa beroperasi melalui Normalisasi (menjaga), regulasi (melarang-menghukum).

Menjaga dan Menghukum, tidak ditempuh sebagai cara-cara untuk menindas apalagi menghalalkan kekerasan, tetapi sebagai tindakan pendisiplinan untuk mencegah pihak-pihak lain ketika ada praktek dominasi terhadap pihak lain pula. Dengan demikian Foucault berpandangan bahwa setiap pengetahuan itu ada kekuasaan. sehingga dalam wadah tersebut perempuan dianggap ingin berkuasa dan meruntuhkan peradaban patriarki. Akibat dari lahirnya kesadaran ditengah tumpukan hegemoni berjenis kelamin laki-laki dalam filosofi Warna Hitam.

*Mahasiswa Teknik Universitas Muhammadiyah Maluku Utara dan Aktivis HMI Cabang Ternate

Sumber bacaan:

• Mansour Fakih, Analisis Gender & Transformasi Sosial (2013)
• Rafael Raga Maran, Manusia dan kebudayaan dalam perspektif ilmu budaya dasar (2000)
•Michel Foucault, Seks dan kekuasaan: sejarah seksualitas (1976)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Download