Download

Suara Hati Sang Mantan Prajurit

Ass wr wb.
Salam “NKRI SEJATI…!!!”

Saudara-saudaraku, para senior, sesepuh, seluruh prajurit yang masih aktif, mantan prajurit yang pensiun dini/PDTH, purnawirawan di manapun bertugas dan berada.

Ijinkan saya, Ruslan Buton mantan prajurit yang hanya berpangkat Kapten yang baru saja melepaskan pangkat, karir dan jabatan demi membela anak buah dan menyelamatkan masyarakat dari teror kejahatan untuk menyatakan bahwa, pangkat, karir dan jabatan bukanlah segalanya, melainkan hanya sebuah titipan yang harus dipertanggungjawabkan dunia dan akhirat.

Selaku warga negara dan mantan prajurit, saya ingin menyampaikan suara hati pribadi saya dalam menyikapi situasi politik tanar air yang akhir akhir ini semakin carut marut dan tidak terkendali sehingga menjadi suatu keprihatinan bagi kita semua ketika sesama anak bangsa berpotensi besar untuk saling berhadapan yang mengakibatkan terjadinya pertumpahan darah. Di sini saya hanya ingin menyampaikan dua hal :

1. Kepada Yth. Para Jenderal Purnawirawan yang kini menjadi elit politik dan bagian dari penguasa.

*Kalianlah yang pertama mengajarkan kami semua tetang soliditas, cinta tanah air, berjiwa patriot, berjiwa kesatria. *Kalian yang mengajarkan kami tentang doktrin TNI, NKRI Harga Mati.

*Kalian yang mengajarkan kami tentang Santi Aji yakni Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI. Namun ternyata kalian pulalah yang menghianati itu semua. Kalian telah mempertontonkan drama politik yang menggelikan alias norak. Apakah mungkin kalian tidak merasakan itu…? Atau sengaja kalian acuh demi sebuah ambisi kekuasaan dan jabatan…?

*Sadarkah kalian hampir seluruh masyarakat Indonesia sangat antipati terhadap kalian.

*Sadarkah kalian, hati kami begitu sangat tergores dengan sikap kalian yang begitu arogan, otoriter. *Sadarkah kalian, bahwa kalian sudah menghianati negara, bangsa dan rakyat. Ketika rasa nasionalisme dan cinta tanah air kalian sudah tergadaikan.

Dalam situasi politik yg sangat panas ini kalian msh terus mengusik rakyat kalian sendiri dengan berbagai ancaman demi untuk membela kezaliman.

Dimanakah letak negara demokrasi itu..? Ketika kebebasan berpendapat di pasung. Seakan kalianlah yg paling benar. Orang orang yang di anggap berseberangan dengan kalian ketika mengeluarkan pernyataan atau pendapat kalian tangkap dengan dijerat pasal berlapis, makarlah, ujaran kebencianlah, dsb. Rakyat yang hendak ke Jakarta untuk menuntut keadilan, memperjuangkan kebenaran, melaporkan kecurangan pemilu, menyuarakan kedaulatan rakyat, kalian larang bahkan kalian ancam dengan memanfaatkan aparat negara TNI-Polri sebagai tameng dengan menggelar kekuatan untuk menghalangi pergerakan rakyat. Bukankan kebebasan berpendapat di jamin oleh Undang Undang..? Kemana rakyat harus mengadu ketika mendapatkan ketidak adilan, menyuarakan kebenaran kalian larang.

Kebangkitan komunis, serbuan TKA China, dan masih banyak lagi, kalian anggap hal yang biasa dan tidak mengancam kedaulatan negara dan bahkan kalian bela mati matian dengan berbagai alibi untuk mencari pembenaran.

Sungguh miris, kalian yang dulu kami idolakan dan sangat kami hormati kini menjadi penghianat bangsa dan rakyat Indonesia. Bukankan itu dilindungi Undang Undang…?

Sadarkah kalian potensi pertumpahan darah antar sesama anak bangsa tidak terlepas dari peran dan tanggung jawab kalian yang terlalu memaksakan untuk melindungi dan membela rezim penguasa. Kalian telah nyata-nyata merubah doktrin NKRI Harga Mati menjadi penguasa dan kekuasaan harga mati. Dimana cinta tanah air/ nasionalisme kalian?

Jujur…, kami sangat kecewa punya senior/sesepuh, orang tua seperti kalian yang sudah tidak bisa kami jadikan contoh atau panutan.

Maaf… Bagi kami kalian bukanlah prajurit sejati. Karna prajurit sejati adalah mereka yang siap mati demi bangsa, negara dan rakyatnya. Mereka yang akan loyal kepada negara dan rakyat ketika kedaulatan negara terancam. Kini sudah hampir menjadi kenyataan dan kita semua akan kembali hidup di alam penjajahan jilid dua. Mungkin itu tidak akan kalian rasakan, namun kami dan seluruh rakyat serta generasi kita akan sangat merasakannya. Itulah yang di sebut PENGHIANATAN.

Insyaflah para Jenderalku, sebelum keadaan semakin memburuk dan tidak terbendung karena itulah sesungguhnya yang diinginkan oleh pihak asing dan aseng serta para komunis yang ingin menguasai negri kita yang kaya raya ini. Kini ibu pertiwi sedang menangis, memanggil seluruh anak bangsa untuk bangkit bersama melawan kezoliman…!!!

Belum terlambat Jenderal, kami akan kembali hormat kepada kalian jika sebelum terjadi hal terburuk sampai dengan pengumuman hasil pilpres tanggal 22 Mei nanti kalian berani menyatakan sikap untuk turun bersama rakyat atau bila tdk bisa bersikap sebaiknya kalian diam sama sekali.

2. Kepada Yth. Para pimpinan/petinggi TNI pemegang tongkat komando. Kami yakin dan percaya bahwa kalian adalah kesatria kesatria sejati yang lebih tau kapan dan bagaimana harus bersikap dan bertindak ketika alam demokrasi kita yang sesungguhnya sedang sakit kronis dan terbelenggu oleh kekuasaan. Kami yakin dan percaya kalian tidak akan menjadi penghianat bangsa, karna kami tau kalian adalah kesatria-kesatria sejati yang selalu mengajarkan kami tentang cinta tanah air sebagaimana yang tertuang dalam Sumpah Prajurit poin pertama : “Setia kepada negara kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan pancasila dan UUD 1945”.

Ingatlah…!!! Bahwa politik TNI adalah politik negara. Ketika negara goyah dan diambang kehancuran maka disitulah naluri prajurit TNI timbul untuk menyelamatkan bangsa, negara dan rakyatnya. TNI wajib melindungi seluruh komponen bangsa dan berdiri di tengah-tengah agar tidak terjadi pertumpahan darah sesama anak bangsa. Namun bila situasi tidak terkendali maka TNI harus berani bersikap tegas dan berpihak kepada rakyat yang membela kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

Bung Karno mengatakan: Jangan sekali kali melupakan sejarah atau disingkat JASMERAH. Negeri ini berdiri tegak bukan karena hadiah dari penjajah melainkan hasil tetesan darah, nyawa, harta dan keringat prajurit TNI bersama rakyat yang ingin melepaskan diri sari belenggu penjajahan.

Selaku mantan prajutit yang berjiwa kesatria dan sebagai bentuk kecintaan dan kesetiaan terhadap NKRI, saya mengimbau bahwa, dalam rangka menyelamatkan bangsa, negara dan rakyat dari ancaman disintegrasi bangsa, sebelum terjadi hal terburuk yang tentunya akan merugikan kita sekalian, serta kelangsungan hidup bangsa dan negara yang kita cintai ini, maka saya mewakili suara seluruh prajurit TNI yang sangat tidak diragukan kesetiaannya, karena prajurit yang masih aktif tentu sangat menjaga etika keprajuritan yang terikat dengan Sapta Marga dan Sumpah Prajurit.

Saya yang sudah berada di luar struktur keprajuritan ini merasa terpanggil untuk menyampaikan suara hati prajurit yang saat ini dalam kegamangan.

Para petinggi TNI yang sangat kami hormatiā€¦
Kami sangat yakin, kalian tidak akan menjadi penghianat bangsa, negara dan rakyat Indonesia. Kami sangat yakin dan percaya kalian tidak akan terbius oleh iming-iming jabatan ataupun janji janji politik yang menguntungkan secara pribadi sehingga membiarkan negara ini di ambang kehancuran.Percayalah, TNI akan tetap solid. Namun, ketika kalian menutup mata dan telinga serta terbawa angin ambisi kekuasaan, maka kami akan tetap memilih berjuang bersama rakyat. Mohon maaf bila dengan sangat terpaksa kami menjadi tidak loyal karna kami akan tetap berdiri tegak bersama rakyat untuk membela kebenaran dan memperjuangkan keadilan.

Ingat…!!! Politik TNI adalah politik negara. Dan Ingat…!!! Pesan Panglima Besar Jenderal Sudirman. “Pelihara TNI, pelihara angkatan perang kita, jangan sampai TNI dikuasai oleh partai politik manapun juga.

Ingatlah bahwa prajurit kita bukan prajutit sewaan, bukan prajurit yang mudah dibelokkan haluannya. Kita masuk dalam tentara, karna keinsyafan jiwa dan sedia berkorban demi bangsa dan negara”.

Jangan pernah ragu untuk bersikap dan bertindak demi keselamatan negara dan bangsa yang sangat kita cintai ini.
Kepada seluruh warga masyarakat di manapun berada, percayalah bahwa kami tdk akan pernah menjadi pengianat bangsa karena kami selalu berprinsip sesuai pesan Jenderal Sudirman bahwa TNI akan timbul dan tenggelam bersama rakyat.

Mohon maaf bila tulisan saya ini membuat pihak-pihak tertentu tersinggung, namun dengan segala keterbatasan saya selaku manusia biasa yang tidak lain hanya ingin menyampaikan suara hati pribadi saya. Dan kalaupun tulisan saya ini dianggap melanggar undang-undang versi kalian, saya siap bertanggung jawab secara hukum. Tetesan darahku akan kupersembahkan untuk bumi persada. Lebih baik mati berkalang tanah daripada kembali hidup di alam penjajahan.

Ruslan Buton

Demikian suara hati saya, semoga bisa menjadi bahan renungan untuk kita semua. Salam NKRI…!!!
Allah Akbar..Allah Akbar..Allah Akbar…!!!

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Download