Download

150 Tahun Buku “The Malay Archipelago”

Entah disengaja atau secara kebetulan saja. Yang pasti Alfred Russel Wallace tiba di Ternate tepat pada hari ulang tahunnya ke 35. Ia mendaratkan kakinya di Bumi Majang 8 Januari 1858. Untuk pertama kalinya. Di suatu pagi yang cerah. Saat sang surya menjelang. Kemudahan demi kemudahan selalu ia dapatkan sejak hari pertama tiba dan seterusnya.

Naturalis kawakan kelahiran Monmouthshire, Wales, 8 Januari 1823 ini pun menetapkan Ternate sebagai “homebase”nya selama safari ilmiah dan alamiahnya di wilayah timur Nusantara (meminjam istilah JJ Rizal). Perlu dicatat pula, hampir separuh masa perjalanan mengelilingi wilayah tenggara Asia (sekitar 22.526 KM), ia jadikan pulau (Ternate) – yang hanya keliling 42 KM – ini sebagai pusat logistik serta korespondensi ke Inggris. Poskonya di Ternate selama lebih dari 4 tahun. Bisa dibayangkan!

Wallace pun segera mendiami sebuah rumah sederhana di Santiong, Ternate Tengah. Ini terjadi atas budi baik Duivenboden, seorang penduduk Ternate kaya raya, yang leluhurnya orang Belanda. Dari rumah inilah, tercetus teori evolusi yang fenomenal dan mundial. Kala itu, ia diduga sakit malaria. Pria tinggi besar ini pun berkonklusi. Superior (kuat) akan mengalahkan inferior (lemah) Survival for the fittest. Lewat tulisannya yang berjudul Letter from Ternate (Surat dari Ternate) yang ditujukan kepada koleganya Charles Darwin di London.

Ternate sebagai tempat lahirnya teori evolusi sempat dibuat kecewa, akibat minimnya informasi tentang sepak terjang pria ulet nan cerdas (Wallace) berkiprah di kota bersejarah ini. Simposium internasional 150 tahun Letter from Ternate pada tahun 2008, anehnya justru digelar di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Padahal, saat itu Kota Ternate telah miliki hotel berbintang serta bandaranya telah didarati pesawat berbadan lebar. Mestinya telah siap untuk gelar pertemuan kelas dunia yang dihadiri ribuan ilmuan dan peneliti dari berbagai penjuru. Namun, lagi-lagi harus mengelus dada dan menarik napas panjang. Tanda kecewa.

9 Maret 2019 kemarin, dunia memperingati satu setengah abad terbitnya sebuah buku fenomenal yang bercerita tentang berbagai hal; flora, fauna, vulcano. Juga tentang manusia dengan berbagai pola tingkahnya. Karya ilmiah Wallace ini ditulis selama setahun (1867-1868) di rumah mertuanya di Hurstpier Point, sebuah desa di wilayah West Sussex, Inggris. Buku ini diberi judul THE MALAY ARCHIPELAGO, The Land of Orang Utan, and The Bird of Paradise, A Narative of Travel, with Studies of Man and Nature. Kemudian dicetak oleh MacMillan and Co, London tahun 1869. 150 tahun silam.

Hari ini di belahan dunia sana, “kelahiran” buku ini diperingati gegap-gempita. Lewat berbagai forum ilmiah untuk membahas buku ini dikomparasi dengan fakta kekinian. Jauh-jauh hari telah dirancang aneka event ilmiah untuk menyambut anniversary buku berkelas dunia, namun memiliki citarasa Melayu ini.

Lalu bagaimana dengan kita di Maluku Utara? Padahal beberapa pekan lalu, dunia dikejutkan dengan penemuan Lebah Raksasa Wallace (Wallace’s Giant Bee), di jantung Pulau Halmahera. Berbagai kantor berita besar dunia, antara lain; CNN, BBC, DW, NHK, RT, ABC, hingga media mainstream dan on-line di Indonesia, kemudian turut “memviralkan” temuan ini. Hasil postingan fotografer sejarah dari Amerika Serikat, Clay Bolt.

Seharusnya kita lebih peduli untuk sikapi fenomena ilmiah ini. Namun, yang ada hanya sepi, sunyi, dan senyap. Padahal temuan ovu avo (meminjam istilah Syaiful Bahri Ruray) ini semacam “sign” bagi kita, bahwa pernah ada suatu “tulisan besar” yang khusus mengulas keanekaragaman hayati kita yang kaya-raya. Yang tampak hanya terjadi polemik dan beredar issu biopiracy di tengah ruang publik. Masih senang berkutat dengah hal remeh-temeh. Last but not least. Lantas pertanyaan besarnya, di mana kah sebenarnya “masyarakat ilmiah” kita berada?

______________________________________

Ditulis Oleh : Alwi Sagaf Alhadar
Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Maluku Utara.

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Download