Download

Halteng: Pileg dan Peluang Perubahan

KOLOM LENTERA — Sebagai rakyat riasa, saya merasa bingung dan prihatin dengan sebagian sikap para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Mereka dipilih langsung oleh rakyat melalui pesta demokrasi dalam lima tahun sekali. Besar harapan, dapat memperjuangkan kepentingan dan hak-hak masyarakat di lembaga parlemen. Tapi apa boleh dikata, banyak diantara mereka malah melakoni politik cari kekuasaan. Tawar-menawar kepentingan, sampai-sampai ada yang menggunakan kewenangan eksekutif untuk menjanjikan para pencari kerja dan pekerja (Orang tua yang anaknya honor di berbagai instansi) dengan dalil akan dipekerjakan dan diperjuangkan kelak ketika terpilih).

Lucunya lagi, ada yang adu cotos sesama kader partai hanya untuk mendapatkan restu kekuasaan dan jatah mega proyek dari eksekutif. Saling klaim, menghujat dan memfitnah menjadi tontonan publik. Jangan heran, jika banyak anggota dewan perwakilan rakyat kita yang sibuk dan menyibukkan diri untuk kepentinganya. Cari muka, tidak produktif, miskin ide dan tidak memiliki keberpihakan kepada rakyat, semua diatur dan dikondisikan sesuai selera kekuasaan.

Kami merindukan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang bersuara lantang, berdiri paling depan ketika harga Pala, Cengkeh kopra anjlok dan turun drastis, ketika sebagian masyarakat dilingkar tambang yang dipersulit dalam melamar pekerjaan dengan alasan administrasi dan berbagai alasan yang tidak subtansial lainya. Singkatnya, kami butuh DPR yang Cerdas, kritis, progres dan berpihak pada rakyat. Bukan Dewan Perwakilan Rakyat yang banyak study bandingnya tapi hasil legislasi dan pengawasanya kosong.

Gaya dan model Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) seperti ini kelak ketika terpilih lagi, akan mencoreng marwah dan wibawa lembaga yang menjadi tumpuan dan benteng terakhir pengharapan rakyat untuk meyuarakan aspirasi. Banyak hal yang harusnya disuarakan, diperjuangkan dan dikawal DPR untuk kepentingan kedaerahan, kesan terabaikan.

Musim berubah, pemerintahan terus berganti, tidak ada perubahan dan kesejateraan secara signifikan yang dirasakaan oleh masyarakat. Semakin hari kian berat, permasalahan begitu kompleks, yang paling menonjol adalah persolan ekonomi atau kebutuhan sehari-hari. Kata orang, perubahan dan kesejahteraan akan nampak ketika kebutuhan masyakat terpenuhi. Ketika semua masyarakat memiliki akses yang sama terhadap kepentingan ekonomi, kesehatan, pendidikan dan akses pelayanan lainya. Dan semua itu membutuhkan andil besar dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), didalamnya untuk menjawab keresahan dan keluhan masyarakat selama ini.

Banyak catatan, gambaran dan potret kondisi masyarakat yang muncul di media masa, kondisi ril masyarakat yang bisa dikonfirmasi langsung dilapangan. Misalnya membludaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) non skil di Halteng, ditengah-tengah kondisi pengangguran masih banyak, akses jalan antar desa dan kecamatan, Air Bersih di weda dan berbagai persoalan lainya.

Kita semua tentu berharap perubahan melalui momentum pemilihan legislatif (Pileg) 2019 ini, ada angin segar dan wajah baru di DPRD Kabupaten Halmahera Tengah yang siap berkorban lebih dan siap melayani masyarakat sebagai wadah pengabdian dan perjuangan. Dengan demikian, kita tinggal menunggu arah mata angin, akankah ratu adil akan berpihak pada kita. Entahlah kita nantikan episode selanjutnya. Wawlahualam.*

Penulis : Abdul Rais Abbas
(Pemerhati Sosial Politik)

- Advertisement -

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Download