oleh

Catatan: Gufran, Spirit Generasi Muda Maluku Utara

LENTERA, KOLOM
Penulis: Sofyan Togubu (Alumni Unkhair Ternate)

KETIKA menyebut Gufran Ali Ibrahim bagi kalangan akademika tidaklah asing ibarat sebuah tontonan yang disuguhkan kepada kita terus menerus dengan nilai edukasi yang mengkonstruk pemikiran kita mengingatkan sosok yang hebat lewat artikel dan seminar.

Tentu, sebagai generasi Maluku Utara juga merasakan bangga yang tak terhingga dimana orang timur Maluku Utara punya andil di dunia pendidikan yang ketika dihitung hanya beberapa tokoh bergelut dan memeiliki kedudukan di lembaga pusat.

Gufran Ali Ibrahim sendiri dalam riwayat pendidikan formal yakni sarjana Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia IKIP Manado (1988), magister Ilmu Linguistik Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (1992), doktor Ilmu Linguistik Program Pascasarjana Universitas Hasanuddin (2002). Yang membuat penulis takjub itu salah satu Karya Ilmiah (Artikel Publikasi dan Presentasi) beliau adalah Narasi Upin-Ipin dan Jejaring Persona Nusantara”. Makalah yang disampaikan pada Seminar dan Dialog Internasional Kemelayuan di Indonesia Timur II yang diselenggarakan Puslitbang Dinamika Masyarakat, Humaniora, dan Budaya Universitas Hasanuddin, 26-27 November 2014. Dengan kreatifitas mengangat isu yang manarik.

Selain itu, ada beberapa Pengalaman menulis Buku diantaranya mengelola Pluralisme (Grasindo, 2004), Dinding Ayah (Antologi Cerpen), Lembaga Penerbitan Universitas Khairun, 2005 dan Metamorfosa Sosial dan Kepunahan Bahasa (Lembaga Penerbitan Universitas Khairun, 2008) dan masih ada lagi.

Saat ini sebagai Kepala Pusat Pembinaan Bahasa, tidak berlebihan jika penulis mengatakan guru besar itu sebagaI Spirit Generasi Muda Maluku Utara untuk mengikuti rekam jejak dan semagat untuk terus berkompetensi agar berkualitas di bidang keilmuan masing-masing. Sebab, 10 atau 20 tahun kedepan, generasi Maluku Utara harus benar-benar siap pakai untuk menduduki dan tempat yang startegis untuk bisa bersaing. Mulailah membudayakan literasi dan mengikuti seminar serta kegiatan positif lainya agar modal pengatahuan dan pengalaman bisa menghantarkan kepada kesukseskan. Semoga opini yang sederhana dan singkat ini bermanfaat. []

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *